Connect with us

Pilgub Jabar 2018

Sesi Tanya Jawab: Pemberantasan Korupsi

Published

on

penanganan korupsi di jawa barat

Sesi Tanya Jawab PILGUB JABAR 2018: Pemberantasan Korupsi

Moderator:
Banyak terjadi kasus korupsi dan para kepala daerah menjadi tersangka kasus korupsi, KPK Telah menangkap sejumlah kepala daerah yang ikut pilkada tahun ini, ada juga kepala daerah dari jawa barat.

Yang jadi tersangka kasus korupsi dan tertangkap dalam operasi OTT KPK, ketua KPK baru baru ini juga mengindikasikan bahwa akan ada lagi kepala daerah yang ikut kontestasi pilkada 2018 menjadi tersangka kasus korupsi.

Komitmen apa yang bisa anda berikan, bahwa anda adalah pemimpin yang memiliki integritas dan tidak akan menjadi tersangka kasus korupsi.


Deddy Mizwar:

Sebetulnya bukan hanya untuk kepala daerah, tapi juga untuk seluruh Aparat Sipil Negara, Penyelenggara Negara, Penyelenggara Pemerintahan, kan itu lah perlu reformasi birokrasi, perlu tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, bagaimana ASN yang bebas KKN, kemudian juga Transparansi, Accountable, juga dengan keterbukaan dengan IT ya?, dan juga bagaimana kita melihat memantau kinerja.

Saya rasa ini bukan hanya persoalan kepala daerah, memang, kalau kepala daerahnya macam macam, yang lain juga bisa macam macam, saya kira dimulai dari diri sendiri, komitmen dari diri sendiri. tetapi juga ada system yang mengontrol itu, jadi reformasi birokrasi di pemerintahan menjadi sangat penting, dan terus menerus, kompeten dan juga kompetitif.

Ya saya kira bukan hanya komitmen kepala daerah, memang sangat penting, tapi juga bagaimana system mengontrol kinerja pemerintahan daerah sehingga kinerja bisa terukur, jadi bukan sekedar membuat laporan sebuah anggaran bisa dipertanggungjawabkan, tapi bagaimana outcome dari dari sebuah program, outcome anggaran dari sebuah anggaran yang digunakan untuk pembangunan.

Saya kira ini bukan hanya persoalan komitmen pribadi, tapi juga bagaimana system yang menjalankan ini yang mengontrol kinerja baik kepala daerah maupun ASN yang ada di pemerintah daerah itu sendiri.


Moderator:
Paslon Nomor 1 anda bisa memberikan tanggapan selama 1 menit dimulai dari sekarang


Ridwan Kamil:
Dari saya jawabannya ada dua,

  1. Kepemimpinan
  2. adalah Teknologi

Di kota bandung a.. semangat kepemimpinan karena kepemimpinan terbaik adalah kepemimpinan dengan keteladanan.

Di zaman kami, di bandung

  • kami membentuk tim insinyur, supaya IMB tidak ada developer langsung ke walikota,
  • ada tim diskresi, supaya ada orang minta kemudahan tidak langsung ke walikota,
  • ada Forum CSR supaya kalau ada yg memberi ke kota tidak langsung ke walikota.

Itulah cara kita secara kepemimpinan membentengi.

Kedua kita ada ratusan aplikasi anti korupsi, kita punya aplikasi hibah, aplikasi perizinan online, aplikasi e-budgeting.

Dua bulan lalu KPK memerintahkan 30 daerah di seluruh indonesia, untuk datang ke bandung mencopy apa yang kami lakukan.

Insya Allah jika saya dan Pak Uu terpilih jadi gubernur, maka 27 daerah di jawa barat kita wajibkan menggunakan system aplikasi antikorupsi yang sudah dikurasi dan di approve KPK.


Moderator:
Tanggapan dari paslon nomor urut 2


Tubagus Hasanudin:
Saya serahkan pada yang ahlinya saja, yang nanti barangkali mendapat tugas memberantas korupsi di Jawa Barat.


Anton Charliyan:
Kami punya program yaitu Molotot dot com dalam rangka membangun a.. clean a.. government, dan good government, nah ini adalah, penyebab korupsi itu ada dua sebenarnya, satu ahlak, dua administratif.

Bagaimana untuk menjaga ahlak, ya kita adakan reward and punishment, siapa yang bersalah ya kita sikat, nah kemudian yang administratif kita adakan pendampingan, pendampingan dan pengawasan, makanya pakai molotot, karena kadang kadang memang, molotot ini, molotot dot com ini ya boleh rakyat mengawasi dan kita pun juga mengawasi supaya semua SKPD itu bisa berdaya guna.

Kadang kadang manusia ini suka kadarkum, kadang sadar kadang kumat, tapi lebih banyak kumatnya daripada sadarnya, makanya kita punya molotot dot com untuk memberantas korupsi, terimakasih.


Moderator:
Saya berikan kesempatan tanggapan dari paslon nomor 3


Ahmad Syaikhu:
Ya.. Bagi kami pasangan asyik nomor 3, Insya Allah ada 3 langkah untuk mengatasi korupsi.

Yang pertama adalah akan memperkuat system pengendalian internal pemerintah daerah, karena seringkali korupsi terjadi karena systemnya yang lemah, oleh karena itu dengan system yang kuat insya allah peluang peluang itu semua tertutup.

Kemudian yang kedua itu juga tentu perlu ada penguatan dari aparatur a pengawasan internal pemerintah daerah ini yang pertama, kemudian yang kedua adalah bagaimana kita juga harus meningkatkan kesejahteraan ASN, karena disitulah peluang-peluang ketika terjadi korupsi karena ketidak kemampuan ketidak memadai memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dan yang ketiga yaitu kita ingin memberikan satu early warning system, bagi permangku jabatan yang cenderung cenderung mengarah korupsi, sehingga dengan early warning system anda sudah masuk dalam bahaya korupsi, dan tentu ini pada yang terakhirnya yaitu memberikan law enforcement bagi mereka mereka yang sudah melakukan pelanggaran pada korupsi

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *