Connect with us

Pilgub Jabar 2018

Sesi Tanya Jawab: Ekonomi dan Iklim Investasi Jawa Barat

Published

on

ekonomi dan iklim investasi jawa barat

Debat Pasangan Calon Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang disiarkan Kompas TV

Tema: Ekonomi dan Iklim Investasi Jawa Barat

Moderator:
Jawa barat merupakan propinsi tujuan investasi yang tinggi, tetapi juga meskipun tingkat pertumbuhannya tinggi, propinsi jawa barat juga memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, tingkat kemisikinan yang tinggi, termasuk gini ratio atau tingkat ketimpangan yang tinggi, tinggi dalam arti lebih tinggi dari gini ratio nasional kebijakan apa yang bisa cepat anda lakukan untuk mengkoreksi suasana seperti ini atau perbaikan ekonomi apa yang bisa anda lakukan untuk Jawa Barat.


Sudrajat:
Jayaba.. Jawa Barat merupakan propinsi yang memiliki industri terbanyak di indonesia, tetapi ironinya angka kemiskinan masih cukup tinggi diatas 8 persen, tetapi banyak kesenjangan-kesenjangan yang terjadi, untuk ini saya kira propinsi Jawa Barat untuk bisa menaikkan ekonomi jawa barat, kita menggunakan teori pasang surut.

Kalau air laut itu naik pasang, maka seluruh kapal itu akan naik, maka kunci pembangunan ekonomi secara menyeluruh, intinya adalah faktor-faktor pembangunan ekonomi harus diwujudkan, satu diantaranya adalah investasi, yang kedua adalah persamaan modal, yang ketiga adalah membangun ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, sumber daya manusia, dan pendidikan dan investasi yang friendly, maksud saya iklim investasi yang sangat kondusif itu yang sangat diharapkan, diantaranya adalah perizinan, harus mulai dipermudah dipersingkat, tidak boleh lagi ada pungli-pungli dibawah meja atas izin izin industri.

Yang kedua tentu birokrat kita, Propinsi, Walikota dan Kabupaten semua harus betul-betul pro ekonomi, pro pertumbuhan, dan pro untuk rakyat membangun kesejahteraannya.

Untuk itu saya kira dengan jabar online 100% ini juga akan menggalakkan mix and match antara pasar, tenaga kerja dan market. Terimakasih.


Moderator:
Pasangan nomor urut 4 apa yang, apa tanggapan anda, mengapa anda, atau apa anda memiliki kebijakan yang lebih baik, atau tawaran yang lebih baik, satu menit dari sekarang


Deddy Mizwar:
Saya agak koreksi sedikit, bahwa gini ratio jawa barat lebih tinggi dari rata rata nasional, tingkat kemiskinan jawa barat dibawah rata rata nasional 7.83, nasional 10.11, begitu pula gini ratio di jawa barat 0.393 rata rata, kota bandung yang tertinggi 0.44, saya koreksi anda karena saya punya data.

Pertumbuhan ekonomi minimal ditentukan oleh 2 hal, 3 paling tidak, bagaimana investasi, kedua adalah export, yang ketiga konsumsi. Nah bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi jika investasi perizinannya di daerah memakan waktu sampai 600 hari, ini harus di pangkas, saya baru rapat di istana bagaimana cara memangkas perizinan di daerah. Terimakasih.

Catatan Redaksi:

Data dari BPS Jawa barat dan BPS Kota Bandung Menunjukkan

Tingkat Kemisikinan Indonesia

Tingkat Kemiskinan Jawa Barat

Maret 2017 -> 10.64%

Maret 2017 -> 8.71%

September -> 2017: 7.83%

September 2017 -> 7.83%

 

Gini Ratio Jawa Barat

Gini Ratio Indonesia

Semester 1 2017 -> 0.403

Semester 1 2017 -> 0.393

Semester 2 2017 -> 0.393

Semester 2 2017 -> 0.391

 

Gini Ratio Kota Bandung

2013

2014

2015

2016

0.42

0.48

0.44

0.44

tidak apple-to-apple membandingkan data di tahun yang berbeda, karena gini ratio kota bandung 2017 belum terpublish.

referensi:


Moderator:
Masih ada waktu


Deddy Mizwar:
Oh masih ada lagi?


Moderator:
Apakah anda ingin mengatakan jadi gini ratio itu disebabkan karena perizinan di daerah yang berbelit belit?


Deddy Mizwar:
Salah satunya, KEMISKINAN, TINGKAT PENGANGGURAN, an KETIMPANGAN menjadi sebuah kesatuan.


Moderator:
Tanggapan Untuk Paslon Nomor 1, paslon nomor 4 mengatakan secara jelas bahwa gini ratio bandung bahwa lebih tinggi dari propinsi jawa barat.


Ridwan Kamil:
Begini, pak Deddy Mizwar yang saya hormati, waktu saya mulai jadi walikota, gini ratio kota bandung 0.48, di akhir jabatan saya berhasil saya turunkan 0.44. kedua, kenapa terjadi ketimpangan, semua ibukota di indonesia penuh dengan ketimpangan karena ragam pekerjaan. Indramayu gini rationya kecil karena homogen jenis pekerjaannya.

Kenapa di bandung ada begitu, karena BPS itu menilai orang yang 6 bulan datang ke kota dihitung sebagai object statistik, maka orang garut, orang sumedang dihitung menjadi object statistik. Kenapa? Karena mereka mengalami ketimpangan di Garut, di Sumedang akhirnya larinya ke bandung, itulah kenapa tugas gubernur seharusnya membuat kota kota di wilayah di luar bandung ekonominya meningkat sehingga tidak perlu hijrah, menimbulkan ketimpangan di wilayah lain.


Moderator:
Baik pasangan calon nomor 1 sudah, sekarang pasangan calon nomor 2


Tubagus Hassanudin:
Baik menurut hemat saya, ini ada 2 persoalan, yang pertama kurangnya partisipasi dari publik terhadap pembangunan itu sendiri, dan mengapa nanti kita lihat.

Yang kedua kebijakan menempatkan kue ekonomi itu kurang rata, dan dua-duanya masalah leadership, saya berbicara diantara kanan dan kiri, yang jelas perlu leadership yang lebih bijak dalam menempatkan kue ekonomi dan perlu keterlibatan ajakan ajakan kepada rakyat.


Anton Charliyan:
Disamping itu kita pun perlu juga trobosan trobosan baru, sekarang ini ada yang istilahnya distrubtion (?), nah distrubtion(?)  ini adalahi pekerjaan melalui internet sekarang tidak perlu, seperti a.. GRAB dan lain lain.

Saya punya program JABAR EDUN, Jabar Ekonomi DUnia dan Network, ini akan membuka pekerjaan yang baru dan juga sektor wisata akan menyerap pekerjaan, terimakasih.

*Catatan Redaksi:

distrubtion (?) yang dimaksud Anton Charliyan mungkin maksudnya adalah Disruption, bisa dibaca lengkap penjelasannya di buku Disruption karangan Rhenald Khasali  terbitan gramedia https://www.gramedia.com/products/disruption


 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *