Connect with us

Pilgub Jabar 2018

Debat Pilgub Jabar: Intoleransi di Kabupaten Tasikmalaya

Published

on

debat pilgub jabar intoleransi di kabupaten tasikmalaya

Moderator:
Saya, kemudian akan memberikan kesempatan untuk memberikan cagub nomor urut dua untuk bertanya kepada paslon nomor satu, 30 detik pertanyaannya.


Tubagus Hassanudin:

Terimakasih, kami akan berbicara masalah intoleransi, khususnya di wilayah Jabar Selatan.
Pada suatu saat saya mendapatkan informasi dan saya sebagai pimpinan di komisi satu, tentang pembubaran oleh satpol pp oleh sebuah pengajian tarekat, dan satpol pp itu atas nama negara, padahal oleh oleh polisi sudah di izinkan. Saya mohon di jawab dari kabupaten Tasik.

Catatan Redaksi,


Uu Ruzhanul Ulum:

Terimakasih, memang terjadi di kabupaten Tasikmalaya, tetapi pembubaran tersebut tidak terjadi, yang ada majelis ulama tidak memberikan iziin terhadap kegiatan tersebut, karena sebelumnya sudah ada fatwa dari majelis ulama, bahwa tarekat itu adalah yang dianggap tidak sesuai dengan tarekat nahdlatul ulama dan tarekat tarekat yang dianggap sejajar atau benar menurut alim ulama.

Oleh Karena itu kami tidak membubarkan, selaku kepala daerah, satpol pp tidak membubarkan, Cuma majelis ulama tidak memberikan izin, saya sebagai kepala daerah harus Sami’na Wa Atho’na kepada ulama, oleh karena itu kami mengikuti apa yang difatwakan oleh para ulama, artinya kami tidak mengeluarkan izin tentang kegiatan tersebut, bukan membubarkan kegiatan tersebut disaat sudah terjadi, cukup.

Catatan Redaksi:

  • Sami’na Wa Atho’na artinya Kami Mendengar dan Kami Taat

Anton Charliyan:

Terimakasih, justru ini yang menjadi masalah, ini seolah-olah negara hadir memberikan intoleransi, nah ini.. Ini berbahaya,apalagi antar umat Islam dengan umat Islam.

Ini sangat berbahasa.. Berbahaya padahal kita punya program SJ pak, SJ kami ini, Eling Sebelum Jadi Edan, Jangan Sampai Edan sebelum jadi Eling.

Nah seharusnya ini tidak terjadi, tidak terjadi ini, padahal ini kalau ada fatwa, itu harusnya sifatnya nasional, jangan lokal.

Nah ini mohon maaf pak, ke kami pun ada laporan, sehingga mereka merasa, sebagai sebuah tarekat yang tidak di larang di Indonesia, dilarang di tasikmalaya.

Nah ini mohon segera di dinginkan pak, biar dengan banyak es, mudah mudahan tasik bisa lebih dingin..


Moderator:

Pak uu silakan menanggapi waktu yang diberikan 30 detik
Oh, calon gubernurnya yang akan menjawab 30 detik


Ridwan Kamil:

Nah pasangan RINDU tadi di visi misi sudah menyampaikan, kepemimpinan kami adalah kepemimpinan dialogis, terhadap perbedaan selalu ada, yang penting kita rajin komunikasi.
Nanti kalau terpilih, Gubernur Wakil Gubernur akan turun langsung, sebagai moderator dalam forum forum hari ini.

Perang hari ini adalah perang informasi, bukan perang mencari informasi, oleh karena itu Hoax ataupun hal hal yang intoleran, kalaupun ada kita selesaikan terdepan, Gubernurnya akan di depan menyelesaikan dengan dialog-dialog yang bermaslahat, terimakasih.


Moderator:

Ya, kita sudah mendengar bagaimana empat pasang calon ini saling beradu, berargumentasi, kita berikan tepuk tangan yang meriah, pada bapak bapak calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Saya masih akan memberikan kesempatan kepada mereka beradu argumentasi sesaat lagi. terimakasih

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *