Connect with us

Soal GO-JEK dan UBER, Ridwan Kamil belum mengambil Sikap

Published

on

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil belum bisa bersikap terkait keberadaan Go-Jek dan Uber di Kota Bandung.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku baru akan mengambil keputusan setelah ada kesimpulan hasil seminar Fenomena Moda Transportasi Baru Kota Bandung di Era Digital yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha, Kota Bandung, Senin (24/8/2015).

ridwan kamil

“Jadi, saya nunggu hasil rekomendasinya seperti apa. Maksudnya, setiap ada inovasi baru selalu menimbulkan dinamika, itu disebut destruktif inovation therapy. Jadi, hari ini kita dengarkan semua pihak. Ya ada dari Go-Jeknya, dari Ubernya, ada dari grup taksi, ada juga dari Organda mewakili elemen-elemen masyarakat,” tutur Emil seusai acara.

Menurut Emil, seminar tersebut dimaksudkan agar semua pihak dapat memahami konteks masalah. Sering kali, lanjut Emil, beberapa pihak banyak berasumsi tanpa mengetahui persoalan tersebut.

“Kuncinya mah dengerin aja dulu. Kalau (seminar) sudah dilakukan tetapi masih berbeda pendapat, tidak ada masalah. Pada akhirnya, sebagai wali kota, saya akan ambil keputusan,” kata Emil.

Terkait adanya aksi penolakan dari sopir taksi, Emil menganggap hal itu wajar. “Kan tadi saya sudah bilang tiap orang punya pendapat masing-masing, jadi enggak ada masalah. Jadi, tidak bisa dipaksakan tidak demo. Itu mah demokrasi aja,” kata Emil.

Pada dasarnya, Pemkot Bandung, kata Emil, mendukung segala inovasi. Namun, hal itu harus disertai aspek legalitas yang jelas. “Kalau ternyata secara legalitas tidak ada solusinya, inovasi ini belum bisa diizinkan sampai nanti ketemu format legalitasnya. Yang sederhana itu aja. Namun, jika ada inovasi legalitas dalam bentuk satu dan lain hal, kenapa tidak? Yang harus kita utamakan adalah pelayanan kepada warga,” tutur dia. (kmp/prfmnews)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *