Connect with us

Taksi Rina Rini memiliki teknologi mirip dengan Taxi Uber

Published

on

Keberadaan Taksi Uber yang meskipun ditentang kehadirannya, ternyata membawa pengaruh positif bagi pengusaha taksi lainnya. Salah satunya Taksi Rina Rini. Kini taksi tersebut memiliki teknologi yang mirip dengan Taksi Uber.

Tadi kalau dilihat dari Bu Erni, yang punya taksi Rina Rini tunjukinsudah memiliki app-nya. Sedangkan yang lain masih wacana. Nah jadi gara-gara ada Uber, Rina Rini punya app, kan bagus. Tinggal di-push semua,” ujar Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (14/7/2015).

taksi-rina-rini

Namun, menurut Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil), ada yang mengeluhkan argo taksi di Bandung tinggi. Bahkan ada yang menyalahi aturan minimum payment yang diberlakukan. Dalam aturannya, minimum payment berlaku bagi taksi yang diorder via telepon. Namun kenyataannya, penumpang yang mencegat di jalan pun tetap terkena minimum payment.

“Saya juga mendapatkan keluhan dari turis Singapura yang kecewa dengan pelayanan taksi di Bandung. Terus ada juga warga Bandung Timur yang mengeluh, taksi kadang ogah ke Bandung timur karena jauh,” tutur Emil.

Karena itu, Emil mendorong taksi dan angkutan umum lainnya di Kota Bandung memperbaiki pelayanan. Jadi, pengelola taksi tidak hanya memprotes keberadaan Taksi Uber, tapi juga memperbaiki pelayanan. Misalnya dengan mengadopsi teknologi pemesanan serta kemudahan-kemudahan lain yang dikembangkan Taksi Uber.

Karena bagaimana pun juga harus diakui, banyak keuntungan yang diberikan taksi Uber. Selain murah, dengan bentuk usaha sharing economy, Taksi Uber lebih tepat perhitungan pembayarannya.

Selain itu, keberadaan Uber belum tentu merugikan pengusaha taksi dan angkutan umum lainnya. Justru dengan segala kecanggihan dan kemudahan Uber, bisa memotivasi perusahaan transportasi untuk berbenah diri menjadi lebih baik.

Untuk menjawab semua keluhan dan mencarikan solusi, makanya akan diadakan seminar. Seminar ini bukan untuk pembenaran hadirnya Uber, tetapi untuk memahami dulu. Nanti juga ada forum curhat warga. Jadi diberi tempat untuk menyampaikan curhatan para pengguna taksi itu apa saja. Sehingga mereka paham. Tidak hanya minta perlindungan tetapi tidak ada perbaikan pelayanan,” tuturnya.

Seminar itu akan dilakukan dalam waktu dekat, setelah Organda menyatakan kesiapannya. Saat ini Organda tengah mensosialisasikan seminar pada para anggotanya. Begitu Organda siap, maka Emil akan menggelar seminar tersebut. “Tapi saya minta tidak lama-lama,” ucap Emil.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *