Connect with us

Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat Kota Bandung

Published

on

Sudah hampir dua tahun terakhir, warga Kota Bandung dimudahkan dalam urusan pengaduan berbagai masalah kota melalui saluran pelaporan berbasis web dan mobile yaitu Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat atau disingkat LAPOR!



lapor

Ribuan warga telah memanfaatkan LAPOR! ini untuk melaporkan berbagai masalah yang mereka temui di Kota Bandung. Mulai dari jalan rusak, penerangan jalan yang mati, sampah hingga PNS yang judes.

Tercatat, sepanjang tahun 2014 sebanyak 4.233 laporan masuk dan diverifikasi untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Aduan yang paling banyak dilaporkan adalah jalan rusak, PKL, sampah, angkutan umum hingga penerimaan siswa baru. Ada juga yang melaporkan PNS karena melakukan pungutan atau judes (tidak ramah) saat melayani warga,” ujar ujar Peni Setiati Kepala UPT Pengaduan Masyarakat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung.

Sementara tahun 2015, hingga April sudah masuk 1.114 laporan. Aduannya pun masih tak jauh berbeda, namun yang cukup menonjol, banyak juga aduan soal asap rokok di tempat-tempat umum.

Cara untuk mengadu sangat mudah, yaitu melalui situs web www.lapor.go.id, SMS ke 1708 dengan format BDG (spasi) isi aduan, atau melalui aplikasi mobile melalui blackberry atau android.

Aduan yang masuk, 70 persennya dilaporkan melalui SMS,” sebut Peni.

Laporan-laporan yang masuk, diverifikasi oleh tim untuk kemudian didisposisikan ke dinas-dinas atau kecamatan terkait untuk ditindaklanjuti. Bahkan, Ridwan Kamil menjadikan LAPOR! sebagai salah satu indikator untuk penilaian camat-lurah serta kepala dinas. Hal itu dilakukan supaya kepala dinas dan camat lurah bisa memperhatikan keluhan warga lebih cepat dan memberikan solusi.

Pak Wali sangat memperhatikan aduan lewat LAPOR! ini karena benar-benar berasal dari warga. Setiap bulan selalu ada rapat evaluasi,” katanya.

Tingkat penyelesaian aduan yang masuk tergantung dari berat tidaknya aduan. Untuk jalan rusak misalnya, bisa memakan waktu kurang dari sepekan. Sementara misalnya aduan soal pembangunan tanpa izin, memerlukan waktu yang lebih panjang karena dinas terkait harus melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan beberapa dokumen.

“Mulai dari laporan masuk, lalu sudah di disposisikan, balasan dari dinas atau kecamatan terkait hingga nanti selesai, pelapor akan mendapatkan pemberitahuan. Jadi bisa diikuti perkembangannya sampai nanti beres,” jelasnya. Tingkat penyelesaian aduan atau masalah lewat LAPOR! ini diklaim mencapai 80 persen.

LAPOR! diluncurkan pada Oktober 2013. Program ini merupakan hasil pengembangan dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UPK4). Di Indonesia, baru lima kota yang memiliki program ini.

“Kota Bandung ini yang paling jalan dan jadi percontohan untuk program LAPOR!-nya,” ujar Peni Setiati Kepala UPT Pengaduan Masyarakat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung.

Ia mengatakan, tim LAPOR! Kota Bandung terdiri dari 16 orang yang merupakan tenaga internal PNS Kota Bandung. Berbeda dengan DKI Jakarta misalnya yang timnya merupakan outsorcing berjumlah 30 orang. Sehingga dari segi efisiensi biaya disebut lebih murah.

Program LAPOR! ini disebut Peni masih efektif untuk terus dijalankan. Karena selain mudah, warga pun tak perlu bertatap muka langsung dengan birokrasi untuk mengadu.

Advertisement
26 Comments

26 Comments

  1. rachmat

    4 Januari 2016 at 18:37

    tempat pijat dan karaoke di BTM (bandung trade mall)jl.ibrahim adji. selalu jadi tempat keributan preman .dan terutama selalu hampir tiap hari sudah melanggar waktu yg sudah di tentukan perda.yg seharusnya pkl 23.00, ini closing nya jam 1 pagi kadang lebih. mohon untuk segera di tindak lanjut,terutama untuk panti pijat yg ada di lantai 2 kawasan tsb….

    • Arfan

      25 April 2016 at 20:54

      Kami 27 orang yang telah Remunerasi di Bank Jabar Banten sejak januari 2016 namun hingga saat ini kami belum menerima Panggil atau konfirmasi dari Pihak Bank Jabar Banten, berbagai informasi kami peroleh diantara bahwa penerimaan di Hold sementara di Direksi Bank BJB. Kami hanya ingin kepastian dari Bank BJB terkait dengan Nasib kami yang telah Remunerasi dan kami sayangkan dana yang digunakan untuk Tes Kami selama ini sia-sia yang telah di keluarkan oleh Bank BJB. mohon ditindak lanjuti.

  2. pipin rofina

    29 Mei 2016 at 01:11

    Moal bosen laporan perkawis tatanan pasar pagarsih ulekan nu semrawut.. khususnya listrik. tuluuuuuung… abdi teu apal kamana kedah laporan… pln ga bisa masuk …. pd pasar ga tau gimana… hanya wacana.

  3. Yosep hendarwan

    16 Juni 2016 at 17:49

    Ass yang terhormat bapak ridwan kamil dan seluruh intansi yang ada. Saya masyarakat Bandung Yg sering saya lihat.
    Intansi pemerintahan sekarang2x ini memakai Jasa keamanan atau Yg di debut orsosing atau juga yg di sebut yayasan.
    Saya penah bertanya salah Satu anggota satpam di intansi berso gajih yang anda terima. Beliau kata alit kang tidak sesuai dengan Ke putusan dinas tenaga kerja yang di keluarkan
    Jadi tolong di Bantu anggota security Itu sangat reskan. Menaruhkan nyawanya di jalan Tugas tuk mengamankan lingkungan kerjanya tolong lah hargai dan hormati beliau dalam Tugas nya terima kasih.

  4. alam

    22 Juni 2016 at 11:43

    telepon kantor/pengaduan PDAM ga pernah ada yg angkat,,saya cuma mau bilang.di depan rumah saya ada saluran PDAM yg bocor,,,,nyaah,mubazir intinya mah

  5. ade

    21 September 2016 at 11:49

    Tolong selidiki PT.ASKAP yg berada di gd bumiputera lantai9 di asia afrika bandung. Berkedok infestasi. manjanjikan keuntungan 5-20%\bln ternyata banyak yg tertipu terimakasih

  6. indra

    4 Oktober 2016 at 12:23

    Pak ridwan kamil yg terhormat saya warga negara indonesia yg belum di akui keberadaannya karena saya tifak tau harus ke mana menguruskan surat srpetti ktp KK dan akte krlahiran sedangkan nama saya dan krluarga tidak terdaftar di daerah manapun saya mohon solusi dan bantuannya agar saya dan kuarga bisa terdafyar di negara

  7. shanty ken

    19 Oktober 2016 at 13:11

    Pak Ridwan…sy warga jakarta kecopetan di Gasibu minggu kemaren….tolong dong pak…nga nyaman bgt deh bandung ..

  8. sri

    19 Oktober 2016 at 18:50

    Bpk ridwan kamil yg terhormat,didaerah sy ada pngutan sbesar 200rb /KK utk biaya pembangunan kantor RW,sebagian besar warga yg kurang mampu merasa kberatan.mohon bantuan nya.sy tdk tau harus mengadukan kepada siapa. Trmksh..

  9. muchyidin

    22 Oktober 2016 at 06:42

    Asslmkm wr wb, yth kang Emil….saya warga mandalajati melaporkan mslh keresahan yg skrg sedang ramai jadi perbincangan yaitu tentang kelangkaan gas Elpiji 3 kg…brp sbnrnya harga eceran tertinggi gas 3 kg, mslhnya di jatihandap nyampe 30rb/ tabung sedang di padasuka yg masuk ke kec cib kidul lbh murah kisaran 20_21rb…yg ingin sy tanyakan kenapa pemerintah stmpat kecmtn atau klurahan tidak bisa mengontrol harga dan ketersediaan gas tsb demi terjadinya rasa aman dan nyaman di masyarakat khususnya masyarakat jthdp dan sekitarnya, rasanya miris ya…di jaman modern orang bilang tapi kebutuhan primernya msh jadi ajang bisnis kotor dari segelintir oknum yg ini justru merendahkan harkat martabat bangsa Indonesia khusunya masyarak kita bandung…orang antri berjam jam saling berebut giliran sampai di konsumen harganya selangit…mohon kiranya utk ditindaklanjuti..sekian wasslmkm wr wb

  10. Indra Lesmana

    25 Oktober 2016 at 14:21

    P Ridwan, saya sangat kecewa pernyataan Kadisdik Kota Bandung, secara tidak langung menganulir keputusan Bpk sbg Walikota, bisa jd dia melinsungi krena sitekan oleh para Kepala Sekolah yg sudah berkontribusi. Pungutan di sekolah itu bukan rahasia umum mulai dari NEM dibawah standar, mutasi dan LKS juga Seragam. Jadi diusulkan semua Kepala Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/K ganti, lakukan lelang Kepala Sekolah masih banyak Guru yg punya Komitment dg Kebijakan Bapak.

  11. Indra Lesmana

    25 Oktober 2016 at 14:33

    P Ridwan, saya sangat kecewa pernyataan Kadisdik Kota Bandung, secara tidak langung menganulir keputusan Bpk sbg Walikota, bisa jd dia melinsungi krena sitekan oleh para Kepala Sekolah yg sudah berkontribusi. Pungutan di sekolah itu bukan rahasia umum mulai dari NEM dibawah standar, mutasi dan LKS juga Seragam. Jadi diusulkan semua Kepala Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/K ganti, lakukan lelang Kepala Sekolah masih banyak Guru yg punya Komitment dg Kebijakan Bapak.
    Sekedra testimoni :”SD Negri Cijerah, iuran/bulan 120 rb u/ fc soal-soal, dll, anak saya mau masuk SMP N 7 NEM selisih 0,0.. terus ditawari bisa diterima kalau berani 10 jt, saya coba tawar dg alasan istri Guru 5 jt juga ga bs, di SMA Negri 2 anak saya ga keterima krena kasus SKTM pdahl kalau normal NEM masuk, akhirnya pilih SMAN1 tp ada yg nawari kalo mau pola mutasi asal berani 15-20 jt,

  12. yuzz sarif firdaus

    13 November 2016 at 19:56

    pak emil yg terhormat,,mohon ditanggulangi masalah banjir…lihatlah bandung selatan khususnya daerah ciwidey kawah putih hutan hutan lindung disana sudah digunduli dan dijadikan lahan lahan pertanian untuk pribadinya yg tidak memikirkan akibat dari perbuatannya itu,,dgan gundulnya hutan air hujan akan otomatis mengalir langsung kedaerah yg lebih rendah karena tidak ada penyerapan ya dampaknya bandung tercinta jadi banjir..mohon ditindak pak kembalikan lagi hutan sebagai mana mestinya.terimakasih

  13. imam Subaktiarso

    9 Juni 2017 at 08:15

    saya pelanggan PDAM kota Bandung tepatnya Bandung Timur (Antapani Kidul)
    1. sudah dua kali Ramadan PDAM bermasalah dg pasokan air bahkan tidak ada sama sekali.
    2. dg alasan perawatan sumur atau di Pratista kata petugas sumur ga pernah dirawat jadi bermasalah dg debit air yg sangat kurang…tapi kenapa mesti pas bulan Ramadan/puasa ?..tdk bisakah pada hari2 yang lain ?
    3. tidak adanya kepastian sampai kapan masalah ini berakhir dan kapan pasokan air normal lagi….

  14. Nia

    12 Agustus 2017 at 13:22

    Tolong himbau kembali pak,dengan masalah RUTILAHU dr bantuan pemeritah untuk masyarakat..sepertinya tidak tepat sasaran,krna saya sudah melihat ada bangunan dr sebagian masyarakat yg sudah tidak layak huni tidak dapat bantuan,melainkan rumah rumah yg layak huni mndapatkan bantuan.terimakasih

    Alamat : jln.cilengkrang 2 kec cibiru : bandung

  15. obino

    27 Agustus 2017 at 10:21

    Bpk. ridwan kamil

    assalamualikum
    mohon maaf sebelumnya…,
    bpk yang saya hormati

    maaf sebelumnya..,
    jika saya tidak sopan…,
    apakah bapak pernah datang kecipaku waktu malam bulan maret pak..
    dan saya mau bertanya pak.
    apakah yang ada namanya penyambung hati,disatuin,disatukan ……..
    terimakasih wassalam
    mohon maaf mengganggu pak…

  16. Hana

    24 September 2017 at 19:18

    Bp Ridwan itu pasar taman senang didepan ada pos ojek yg jd sarang pemabuk / preman. Belum lg itu kios / rumah deret kiri dibangun diatas selokan knp tdk ditertibkan sdh puluhan thn. Yg ngebangun di tanah sendiri malah sering di usik masalah IMB. Dimana nilai keadilannya? Salah satu rmh nya milik dedengkot preman di pagarsih. Premannya spt punya beking keluar msk sel ngak peduli hrs dikarungan spt dulu. Sekarang bkn cuma malak sampe siga rampok bw senjata kejadian waktu hr jumat lg sepi krn laki laki lg pd jumatan. Pagarsih super kumuh musim hujan langganan banjir, sarang preman, jalan macet tiap poe, kaki lima balatak ngajajar jeung imahna loba nu ngabangun dimana wae.

  17. handi hanafi

    2 Oktober 2017 at 15:15

    ass kang emil,menarik memperhatikan tim gotong royong bersih bersih di tiap kelurahan,runtah di jalan sepanjang 5 meter diriung ku 6an,punten menurut pribados,alangkah lebih baik jika ada pembagian ngajaga kebersihan dengan pembagian orang dalam radius tertentu,bekerja secara opimal 8 jam jalan jalan terjaga terus kebersihannya—–cobi

  18. ahmad

    11 Oktober 2017 at 13:40

    saya pengurus Rw di kelurahan sekeloa,
    saya menyambut baik dengan adanya sensus PBB dimana warga bisa memanfatkan sensus PBB dengan baik,warga bisa split atau balik nama dan pengecekan luasan yang tidak sesuai dengan kondisi dilapang.
    sosialisasi pbb TK.kota saya mengikuti mewakili Rw dengan janji–janji manis bahw sensus ini akan berhasil dengan data akurat yang mana dibantu oleh Tim Ikatan Alumni ITB,saya sangat senang batas waktu sensus sampai bulan oktober,
    di bulan juli petugas sosialisasi di kelurahan alhamdulilah ada titik ternag untuk memperbaiki sensu PBB.
    tapi ternyata harapan itu tidak seindah yang di IKLAN kan dan dijanjika oelh Petugas PBB
    kami warga hanya disuruh mengumpulkan KTP PBB dan dikasih Stiker dan blangko kosong untuk di ttd oleh pemilik Bidang.
    dengan dalih petugas sensusnya sedikit..
    kami diiming-imingi Rp.2.500 / Berkas kalau sudah ok.saya hanya mengikuti saja,,
    tetapi ternyata di setiap RW hampir sama…tidak ada petugas sensus Door…to…door mereka hanya menitipkan berkas ke pengurus RT/RW/Karang taruna.
    yang ingin saya tanyakan
    1. apakah ini yang dinamakan sensus??
    2. tidak berhadapan dengan konsusmen,tidak mau membantu permasalahan konsumen?
    3. apakan SOP nya seperti begitu ?
    kalau menurut saya ini bukan sensus tapi ngambil data….dan hasilnya datanya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
    warga kami kecewa,,ada yang pengajuan baru tidak terlayani,ada yang balik nama tidak terlayani,,ada yang luasannya besar tetepi dilapangan sedikit.
    jadi tolong..kepada yang bertanggung jawab agar sensus PBB betul2 dilaksanakan dilapangan..apalagi ini sudah di gembor2 kan kerjasama dengan IAITB yang menurut saya bisa dipertanggungjawabkan..
    mohon pihak terkait untuk survey ke Rw di kelurahan sekeloa… mdh2 kejadian ini tidak dialami oleh Kelurahn yang lain

  19. Muhamad Farid Afandi

    21 November 2017 at 09:45

    Saya warga kecamatan Coblong kota bandung, yang begitu susah mendapatkan E-KTP. Saya dikasih resi untuk 6bln tetapi saya akan perpanjang harus nunggu nunggu dan nunggu, padahal hanya butuh untuk masa berlaku resi saja. Untuk,e-ktp saya pasrah. Perpanjangan resi saya butuh untuk,ke,bpjs…. tapi gimana alasan dan alasan saja dari pihak,kecamatan. Saya butuh cepet karena mau urus bpjs… apakah kalau keluarga saya ada apa apa pihak kecamatan akan bertanggung jawab? Kan gak mungkin, entah alasan apa operatornya katanya minta dikumpulin dulu untuk pembuatan resi…
    Buat pihak berwenang bagaimana saya bisa mendapatkan hak sebagai warga sedangkan aparat warganya mengurus banyak alasan

  20. rizwan

    5 Desember 2017 at 10:32

    [img]https://s.kaskus.id/images/2017/12/05/98848_20171205101913.jpg[/img]

  21. Diki

    14 Desember 2017 at 15:05

    Pak Emil, ngurus IMB di kota Bandung sekarang lebih sulit ya, dgn cara sistem online seharusnya mempermudah pelayanan kepada masyarakat, nyatanya syarat-syarat untuk bisa mengajukan online lebih susah, seperti KRK, Rekomendasi Teknis dan sebagainya…

  22. Dedi

    17 Desember 2017 at 19:58

    Asslmkm wr wb, yth kang Emil…
    Saat ini musim hujan sangat besar kemungkinan banjir harus di antisipasi.
    Salah satu yang sangat kami prihatikan adalah pendirian rumah/tempat usaha diatas selokan/sungai kecil, untuk kebersihan selokan/sungai kecil menjadi tidak bisa diperhatikan, dikhawatirkan suatu saat nantinya akan menjadi bencana banjir.
    Salah satu yg kami ketahui adalah di terusan jalan hasan saputra depan (kalau tidak.salah Indomaret), sungai kecil sdh dipakai untuk tempat.usaha, barangkali itu salah satu contoh saja.

  23. Asep suherman

    11 Januari 2018 at 07:14

    Assalamu’alaikum WR. WB pa saya mau bertanya apa ada peraturan baru tentang jasa perparkiran karna yang saya tau peraturan 2014 tentang 1×24 jam kurang lebih 7500 seandainya tarif tersebut menjadi Rp. 36000 bagaimana jadinya apakah peraturan 2014 sudah tak berlaku atau jasa perparkiran melanggar aturan.. Mohon solusinya

  24. anton budiman

    26 Februari 2018 at 01:01

    Ass.pa wali kota bandung coba cek layanan pdam tirta wening bdg buruk sekali kaya jaman purba.air di rumah saya sudah 3bln lebih dengan bln sekarang 4bln.saya sudah laporan beberapa kali.malahan bulan sekarang ampir seminggu sekali.malahan petugas purba minta ktp alamat no.tlp saya udh kasih.tiap ke sana.bilang nanti ke rumah ga siang besok.tiap ke sana gitu tp ga ada yg ke rumah petugas satu pun.nelepon juga ga ada kabar.malahan saya pas laporan jam kerja melayani sambil meroko.coba sidak pa pelayanan pdam yg ga bener.saya membayar kewajiban saya tiap bulan.tapi hak saya mendapatkan air tidak di penuhi.apakah ini yang di sebut adil.

  25. Prabagja

    27 Februari 2018 at 09:26

    Assalamu’alaikum kang emil..saya mau mengeluhkan pelayanan dinsosnangkis yang di daerah jl.batu karang,saya sudah dari pagi belum ada petugas yg melayani sampai sekarang jam 10.00 belum ada yang datang..mohon perhatiannya kang emil..kami warga bandung membutuhkan pelayanan..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *