Connect with us

Adilan Setia Ramadan – Kay Eyewear

Published

on

adilan setia ramadanLemari tua yang lapuk dimakan usia kerap tersisih dari rumah dan digantikan furniture baru. Kayu-kayu tua itulah yang kemudian dimanfaatkan Adilan Setia Ramadan (21). Warga kompleks Padasuka Indah Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah itu memilih furnitur bekas untuk diolah menjadi kacamata kayu.

“Banyak limbah yang berakhir menjadi kayu bakar. Kami ingin memanfaatkannya” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Bingkai kacamata biasanya terbuat dari plastik atau besi. Ditangan mahasiswa seni ini, lembaran kayu tua diolah menjadi bingkai kacamata berseni tinggi.

Furnitur bekas yang dipilih biasanya berupa lemari atau kursi bekas. Jenis kayu dipilih yaitu jenis kayu sadakeling hitam kemerahan asli sulawesi yang juga dikenal sebagai “Rosewood”. Kayu tersebut warnanya unik, mudah di olah dan dibentuk serta memiliki ciri khas motif urat kayu.

“Kayu tidak punya motif urat yg sama. Jadi kacamata ini bakal berbeda satu sama lain” ujarnya.

Mempertahankan identitas lokal, adilan memilih merk “Kai” dalam bahasa sunda berarti kayu. Nama jenis kacamata juga mengunakan nama sansekerta sunda seperti Laiwa, Lanbiya, Ardaguna dan Arkiterema. “Kami mengangkat tradisi kearifan lokal menjadi kekinian lewat kacamata kayu” ujarnya.

Meski menggunakan nama lokal model kacamata yang diproduksi tetap mengikuti trend. Seperti kacamata ciri khas John Lennon, kacamata khas band The Blues Brothers, atau kacamata Cat eye.

Kayu-kayu itu sebelumnya sudah di olah sehingga memiliki kualitas yang bagus. “Soal kekuatan kayu, Kami memiliki alat ukur kelembaban kayu, jadi kayu ini dijamin kuat” tuturnya.

Ukuran disesuaikan dengan ukuran kepala orang indonesia. Selain itu, kaca yang digunakan jenis polarized dan anti UV. Selain kacamata gaya juga bisa dibuat dengan jenis lensa untuk kacamata baca, minus, dan plus. “Sensasi menggunakan kacamata ini kalaulihat alam dan pantai ya lebih enak aja” katanya.

Selama memproduksi kacamata kayu, kesulitan yang dialami terutama mendapatkan bahan baku kayu bekas yg sesuai. “Saat pembuatannya juga apalagi saat proses pengepresan agar batang melengkung butuh kesabaran karena kayu mudah patah” tuturnya.

KAY-EYEWEAR-CIMAHIMenghindari kacamata patah pada saat penyimpanan, Adilan harus mengimport engsel khusus kacamata kayu dari luar negeri sehingga bisa di buka saat tidak digunakan.

Sejauh ini produk kay eyewear dipasarkan secara online memanfaatkan media sosial. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Peminatnya kebanyakan penyuka barang antik dan vintage.

Seperti yang diungkapkan pembeli, Tuti Ruhiyati. “menurut saya sih bagus juga kacamata terbuat dari kayu. Aksi yang ramah lingkungan dan memanfaatkan barang bekas” katanya.

Menggunakan kacamata hitam tak hanya membuat mata terlindungi dari sinar matahari, tapi juga dapat membuat penggunanya lebih tampil trendi. Terlebih kacamata tersebut terbuat dari kayu bekas sehingga berkontribusi pada pemanfaatan limbah menjadi barang berguna dan bernilai ekonomi/ (RIRIN NF/”PR”)

Contact:

WA: +62 8221-4437-574

LINE: @kai_eyewear

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *